RSS Feed

Terlalu indah untuk dilewatkan

“Habis ini aku harus mandi, lalu mengerjakan makalahku hingga malam, kemudian beristirahat”, batinnya dalam perjalanan pulang ke kosannya. Dengan penuh keyakinan ia mengatur jadwalnya tersebut sambil berjalan kaki.

Nonem adalah seorang mahasiswa yang begitu rajin dan sangat senang mengasah kemampuannya. Kegiatannya tidak hanya tentang akademis, tetapi juga ekstrakurikuler dan lainnya. Ia pun tetap pandai bergaul sehingga ia juga sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Nonem tinggal di sebuah kamar kosan yang berbatasan langsung dengan gang kompleknya sehingga Nonem bisa mendengar suara deruan motor yang melaju di gang tersebut, maupun suara ibu penjual jamu yang sedang berjualan. Sudah cukup lama ia tinggal di tempat itu, ada sekitar 2 tahun. Ia merasa senang dan nyaman tinggal di sana.

Suatu pagi, Nonem terbangun melonjak dari tempat tidurnya karena suara kicauan burung-burung di luar kosannya yang sedang meramaikan pagi dengan riang. Ia tersadar bahwa hari sudah siang dan ia terlambat untuk mengikuti kuliah pagi. Nonem hendak menyalahkan alarmnya yang tidak berbunyi, tetapi ia teringat bahwa semalam ia lupa menyalakan alarmnya karena saking ngantuknya mengerjakan makalahnya hingga larut malam. Maka, ia pun bergegas untuk bersiap-siap pergi ke kampusnya. Sementara itu, burung-burung di luar kosannya masih saja berkicau. Nonem yang sedang kesal karena dirinya kesiangan saat itu, malah memarahi burung-burung tersebut dengan berkata, “Dasar burung-burung berisik!”

Nonem pun berangkat ke kampusnya. Karena tak dijumpainya tukang ojek, ia pun menempuh jalan yang dapat mencapai jalan besar untuk mendapatkan angkot di sana. Nonem berlari dengan sangat cepat karena yang ada di pikirannya adalah “Aku tidak boleh terlambat. Makalah ini sudah susah payah kukerjakan!”

Tibalah Nonem di ruang kelasnya. Kelas belum dimulai karena sang dosen belum hadir. Lima menit menunggu dalam kelas, seorang pegawai TU masuk ke dalam kelas tersebut. Ia membawa kabar bahwa sang dosen mendadak tidak bisa hadir untuk mengajar sehingga kelas dibatalkan. Seisi kelas bersorak dengan riang karena tidak ada kuliah. Kecuali, Nonem.

Nonem pulang dengan merenggut dipenuhi dengan kekesalan. Di dalam angkot, ia terus membatin, “Padahal aku sudah mengerjakan makalahku hingga larut malam. Dan, tadi pagi aku sudah datang dengan perjuangan ke kelas tanpa mandi dan sarapan. Aku pun juga berlari-lari agar bisa segera sampai ke kelas. Tapi, apa yang kudapat? Arggghhhh… Lebih-lebih, kuliah hari ini hanya ituuuu.. What a day! It’s a bad day!”

Ketika angkot sampai di daerah kosan Nonem, Nonem pun turun lalu berjalan menyusuri jalan kecil menuju kosannya. Masih dengan wajah kesal, ia berusaha untuk menenangkan dirinya dengan menengadahkan kepalanya sambil menarik napas dengan menutup matanya. Masih dengan posisi yang sama, Nonem membuka matanya perlahan. Dan, ia terkejut seketika dengan apa yang dilihatnya.

Ia melihat langit yang begitu indah di hadapannya. Seketika, perasaan kesalnya tergantikan dengan perasaan kagumnya melihat langit tersebut. Ia berkata dengan suara kecil penuh kekaguman, “Langit ini begitu indah. Kemanakah diriku selama ini sehingga baru sadar ada langit indah yang bisa kupandang tanpa membayar satu sen pun?”

Ia terus memandang langit indah itu sambil berjalan menyusuri jalan menuju kosannya. Ia merenung dan melihat bahwa langit yang dipandangnya tidak hanya indah tetapi juga begitu luas sehingga ia merasakan dirinya sangat kecil jika dibandingkan dengna langit itu. Ia pun berkata, “Luar biasa. Luar biasa. Luar biasa Penciptanya.”

Mungkin kita suka merasa terlalu “sibuk”

Entah karena kuliah, pekerjaan, pergaulan, dan lainnya

Mungkin perjalanan dari dan ke tempat tinggal tidaklah terlalu berkesan buat kita

Atau, kita terlalu terburu-buru untuk pergi

Pandanglah dan lihatlah ke sekeliling

Ada langit yang luas dan indah,

ada bunga-bunga dengan kecantikan warnanya,

ada pula burung-burung yang berkicau dengan merdu di pagi hari

Semuanya begitu baik dan indah diciptakan-Nya

Dan, keindahan itu menceritakan keagungan-Nya

About laurasinaga

Just a girl who likes to think about anything that she can not answer it. She likes to look around She doesn't like smokers. In other words, She hates them

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers